Ubah Ide Kreatif Jadi Peluang Usaha, Siswa Kelas XII Pamerkan Karya Kokurikuler PKWU

· SMAN 6 Bandung

Ubah Ide Kreatif Jadi Peluang Usaha, Siswa Kelas XII Pamerkan Karya Kokurikuler PKWU

Bandung — Lapangan SMAN 6 Bandung mendadak berubah menjadi pusat kreativitas saat siswa kelas XII menggelar pameran karya kokurikuler Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Mengusung tema “Karya Inovatif, Berdaya Saing: Mengubah Ide Kreatif Menjadi Peluang Usaha”, pameran ini menampilkan beragam produk kriya hasil tangan siswa yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai guna dan daya jual.

Kolaborasi PKWU dan Ekonomi

Proyek kokurikuler ini merupakan kolaborasi mata pelajaran PKWU dan Ekonomi. Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok, dan setiap kelompok ditantang membuat dua produk: satu berbahan dasar alam dan satu berbahan dasar daur ulang. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga berlatih melihat peluang pasar dan menjadikan ide sebagai produk yang layak dipasarkan.

Menurut Raras Meirizka, guru PKWU, proyek ini berlangsung sejak Agustus hingga awal Oktober. “Mulainya bulan Agustus, selesai awal Oktober,” ujarnya.

Penilaian dari Proses hingga Hasil Akhir

Penilaian utama proyek ini bersumber dari proses pengerjaan sejak Agustus, yang dinilai secara mendalam oleh para guru. Adapun penilaian pada hari pameran lebih berfokus pada penyajian pameran dan produk akhir. Pameran digelar serempak di lapangan sekolah, dan setiap guru mendapat kartu vote untuk diberikan kepada kelompok pilihan masing-masing. Seluruh suara kemudian diakumulasikan.

Dari setiap kelas terpilih satu kelompok terbaik, sehingga terdapat sembilan kelompok terbaik: XII-1 kelompok 6, XII-2 kelompok 6, XII-3 kelompok 1, XII-4 kelompok 3, XII-5 kelompok 4, XII-6 kelompok 5, XII-7 kelompok 1, XII-8 kelompok 4, dan XII-9 kelompok 4.

Dari sembilan kelompok tersebut, tiga besar proyek terbaik ditetapkan sebagai berikut:

  1. Juara 1: XII-3 kelompok 1
  2. Juara 2: XII-6 kelompok 5
  3. Juara 3: XII-5 kelompok 4

Capek, Tapi Seru dan Berkesan

Perwakilan kelompok juara mengaku proses pengerjaan tidak selalu mudah. “Capek pastinya, tapi tidak sebanding dengan pengalaman seru yang kami alami. Teman-teman yang kompak membuat pekerjaan terasa lebih ringan,” tutur salah satu perwakilan.

Tantangan terbesar datang dari kesalahan perhitungan dan konsep awal yang memaksa mereka memeras pikiran untuk mencari solusi. Selain itu, ada pula tantangan mencoba keterampilan baru seperti merajut, melukis, dan menggunakan gerinda. Mencari bahan yang sesuai, menyatukan berbagai ide, hingga menyesuaikan tingkat kesulitan produk dengan waktu pengerjaan juga menjadi ujian tersendiri.

Momen paling seru justru datang dari proses itu sendiri: pertama kali merajut, mengamplas, memakai gerinda, hingga bekerja sama menempelkan batu satu per satu agar presisi pada produk berbahan alam. “Meski berkali-kali salah, kami mencoba tetap menikmati dan yakin bisa menyelesaikannya,” ujar mereka. Menurut mereka, kemampuan mengatur suasana hati dan menghindari salah paham akan hal kecil ikut menjaga kualitas hasil kerja. Semua proses itu disebut sebagai momen yang tak terlupakan di kelas XII.

Catatan Guru: Kreatif dan Pantang Menyerah

Bagi Raras Meirizka, karakter yang paling menonjol dari siswa tahun ini adalah kreativitas dan sikap pantang menyerah. “Kadang mereka bosan membuat produk ini, tapi tetap dikerjakan,” katanya.

Ia juga menyampaikan catatan untuk perbaikan ke depan. Bahan baku yang digunakan siswa masih kurang bervariasi, terutama pada produk berbahan alam yang banyak memakai bahan serupa. Selain itu, kontribusi setiap siswa dalam kelompok masih perlu ditingkatkan agar pembagian kerja lebih merata.

Harapan untuk Adik Tingkat

Untuk proyek PKWU berikutnya, para juara berharap tantangannya lebih besar dengan tema yang lebih unik, kreatif, dan berbeda. Mereka ingin adik tingkat tidak hanya menghasilkan kerajinan, tetapi juga merasakan kebersamaan yang membuat segalanya terasa lebih mudah.

Harapan lain, tema ramah lingkungan tetap dipertahankan dengan inovasi yang relevan dengan teknologi dan permasalahan lingkungan, disertai pengelolaan waktu yang baik agar hasilnya lebih maksimal.

Dengan berakhirnya pameran ini, para siswa kelas XII tidak hanya membawa pulang karya, tetapi juga pengalaman bahwa ide kreatif, kerja sama, dan ketekunan dapat berubah menjadi peluang usaha yang nyata.