Pesta Demokrasi Pelajar SMAN 6 Bandung: Mohammad Nabiil Hisyaam Terpilih Jadi Ketua OSIS 2026, Wujud Nyata Pendidikan Karakter dan Bela Negara
· SMAN 6 Bandung

Bandung — Suasana demokrasi yang dinamis dan edukatif kembali mewarnai lingkungan SMAN 6 Bandung. Rangkaian panjang Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk periode 2026 telah sukses digelar, memunculkan nama Mohammad Nabiil Hisyaam dari kelas XI-1 sebagai pemenang. Lebih dari sekadar ajang unjuk popularitas, perhelatan ini didesain sebagai laboratorium demokrasi nyata yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional dan provinsi Jawa Barat.
Proses panjang pencarian pemimpin pelajar ini diorkestrasi dengan matang oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) berkolaborasi dengan Tim Kesiswaan SMAN 6 Bandung. Tahapan dimulai dari penjaringan bakal calon yang ketat, dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam oleh Tim Kesiswaan untuk menguji integritas dan kesiapan mental para kandidat.
Dari proses seleksi tersebut, terpilihlah empat kandidat terbaik yang maju ke gelanggang pemilihan, yakni Nabil, Desta, Khansa, dan Dheniya. Keempatnya kemudian memasuki masa kampanye untuk memaparkan visi dan misi mereka. Puncak antusiasme warga sekolah terjadi pada sesi debat terbuka. Di hadapan seluruh guru dan siswa, keempat calon saling beradu gagasan dan program kerja dengan kritis namun tetap mengedepankan etika. Setelah debat, proses ditutup dengan pemungutan suara (voting) secara langsung oleh seluruh warga sekolah dan penghitungan suara yang transparan, hingga akhirnya Mohammad Nabiil Hisyaam keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Laboratorium Demokrasi: Mewujudkan Pelajar Pancasila dan Jabar Masagi
Pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS di SMAN 6 Bandung ini bukan sekadar rutinitas organisasi tahunan, melainkan implementasi langsung dari arah kebijakan pendidikan nasional, khususnya penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui tahapan debat dan voting, siswa diajarkan untuk memiliki nalar kritis, menghargai kebinekaan (berbeda pilihan), serta mandiri dan bertanggung jawab atas suara yang mereka berikan.
Di tingkat provinsi, praktik baik ini sangat selaras dengan visi pendidikan Jawa Barat melalui program Jabar Masagi, yang berfokus pada pembentukan karakter siswa yang niti surti, niti harti, niti bukti, dan niti bakti (merasa, memahami, melakukan, dan berbakti). Dengan terlibat aktif dalam proses demokrasi sekolah, para siswa sedang mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan dan kepedulian terhadap komunitasnya.
Lebih jauh, perhelatan ini merupakan bentuk pendidikan Bela Negara di lingkungan sekolah. Bela negara bagi pelajar masa kini tidak lagi dimaknai semata-mata dengan angkat senjata, melainkan melalui partisipasi aktif dalam sistem yang demokratis, menghargai hukum dan aturan main yang berlaku (seperti tata tertib pemilihan), serta mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang berintegritas di masa depan. Kemenangan Nabil dan partisipasi Desta, Khansa, serta Dheniya adalah kemenangan demokrasi bagi seluruh warga SMAN 6 Bandung.